Ahad, 01 Agustus 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Untung Berlipat dari Jualan BBM Melalui Pertashop

Posted by: 24-06-2021 13:37 WIB 128 viewer

Untung Berlipat dari Jualan BBM Melalui Pertashop
Untung Jualan BBm Dari Pertashop Belipat Ganda

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Animo masyarakat di berbagai daerah terhadap bisnis SPBU Mini dengan label Pertashop, semakin hari semakin tinggi. Sejak ditawarkan akhir tahun 2020 lalu, saat ini sudah ada 1.498 Pertashop yang beroperasi di berbagai daerah. Ini menjadi tanda, buka usaha Pertashop menjanjikan keuntungan.

Pertashop merupakan salah satu lembaga penyaluran resmi Pertamina sekala kecil untuk melayani kebutuhan konsumen Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG (non subsidi), dan produk ritel lainnya yang belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina Lainnya, dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel perusahaan minyak dan gas pelat merah itu.

Pertamina memberikan keuntungan yang menarik, bila  ingin bermitra. Yang pasti, kerjasama yang menguntungkan, modal usaha yang kecil, jaminan ketersediaan bahan bakar, takaran dan kualitas BBM, lahan yang diperlukan tidak luas.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Comercial and Trading, Putut Andriatno, Rabu (23/6/2021) menegaskan, selain mudah, mitra yang ingin bermitra dengan Pertashop ini juga bisa merasakan keuntungan lainnya. Adanya dukungan fasilitas pembiayaan, baik KUR maupun kredit lainnya dari perbankan hasil kerja sama Pertamina dengan Bank Himbara.

Kemudian dari segi perizinan usaha tidak ribet alias sangat sederhana. Nah, yang tak kalah penting adalah produk yang ditawarkan dari Pertashop yakni produk yang berkualitas (Pertamax, Dexlite, Bright Gas dan Pelumas Pertamina).

Dikutip dari laman resmi kemitraan Pertamina, ada dua skema bisnis membuka usaha Pertashop atau SPBU mini Pertamina yakni skema DODO dengan biaya investasi dan biaya operasional seluruhnya ditanggung mitra. Untuk skema pertama, biaya yang diperlukan untuk investasi awal dan operasional adalah sebesar Rp 250 juta.

Skema kedua adalah CODO atau biaya investasi dilakukan oleh Pertamina, sementara mitra hanya cukup mengeluarkan biaya untuk kebutuhan operasi. Modal yang dibutuhkan untuk skema kedua yakni sekitar Rp 80 juta.

Pertamina juga memiliki ketentuan luas minimum dan kapasitas tangki untuk membuka bisnis Pertashop. Contohnya, untuk membuka usaha Pertashop Gold, maka luas minimum yang diperlukan yakni kurang lebih 210 meter persegi atau 15 x 14 meter.

Lalu tangki penyimpanan memiliki kapasitas 3 KL upper ground dengan omzet rekomendasi sebesar 400 liter per harinya. Untuk produk yang dijual di Pertashop antara lain Pertamax, Dexlite, LPG non-subsidi, dan pelumas.

Bagi masyarakat yang berminat untuk membuka bisnis Pertashop Pertamina bisa mengikuti prosedur pendaftaran online melalui laman web MitraPertashop. Calon mitra kemudian dapat memilih menu Informasi Pendaftaran dan klik pada tombol “Daftar Sekarang”.  Setelah itu, tinggal input data-data yang dibutuhkan.

Selain itu juga sebagai peluang meningkatkan perekonomian di suatu daerah. Ini tentunya, sejalan dengan semakin pulihnya ekonomi dan daya beli sejak pandemi Covid-19, animo masyarakat terhadap bisnis Pertashop juga turut meningkat.

Tahun 2021 saja, pihak Pertamina telah menargetkan bisa membangun 10.000 Pertashop yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu dilakukan karena animo masyarakat terhadap Pertashop begitu tinggi. Untuk itu, bagi yang ingin mulai usaha tak perlu berpikir panjang, karena Pertashop ini memiliki peluang usaha yang cukup menarik.

"Bagi yang ingin menjadi mitra cukup hubungi call center 135," jelas Putut.

Tak hanya melalui Pertashop, PT Pertamina juga terus memberikan penawaran menarik bagi konsumen. Seperti berbagai diskon yang diberikan Pertamina melalui aplikasi MyPertamina. Tanpa batas maksimal pembelian untuk pembelian Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex dengan aplikasi MyPertamina bisa mendapatkan diskon sebesar Rp 300 per liter.

Diskon berlaku di seluruh SPBU yang sudah terkoneksi dengan aplikasi MyPertamina. Daftar lengkapnya dapat diakses melalui situs mypertamina.id/spbu Diskon itu pun kini diperpanjang sampai akhir Juni 2021.

Sedangkan melalui sebuah video edukasi, dengan tema "Ngobrol Pertamina Mencari Jodoh", bersama Komedian Cak Lontong, Pertamina mengingatkan peruntukan penggunaan BBM harus sesuai dengan kapasitas kendaraan.

Komedian Cak Lontong, dalam vidio tersebut mengingatkan agar masyarakat, pengguna kendaraan menggunakan bahan bakar sesuai peruntukan. Jangan sampai, mobil keren, produksi baru, mahal, isinya BBM ron rendah. Kendaraan yang digunakan oleh masyarakat harus pas dengan porsi BBMnya, sehingga jangan dipaksakan isi bahan bakar tak sesuai peruntukan.

" Punya mobil keren itu harus pas penggunaan BBMnya. Mobilnya keren, BBM harus pas dengan seleranya," kata Cak Lontong.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Akhir Juli Ini, Vaksinasi dan PPKM Jadi Tren Penelusuran Google

Akhir Juli Ini, Vaksinasi dan PPKM Jadi Tren Penelusuran Google
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Mesin pencari Google melalui laporan Google Trends pada bulan Juli 2021, mengatakan penelusuran terkait proses vaksinasi bagi...


Pengguna BSI Mobile Banking Tembus 2,5 Juta

Pengguna BSI Mobile Banking Tembus 2,5 Juta
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Bank Syariah Indonesia (BSI), yang merupakan hasil penggabungan tiga bank syariah BUMN, melaporkan pengguna mobile banking met...


5 Tips Rayakan Hari Persahabatan di Tengah Pandemi Ala Tokopedia

5 Tips Rayakan Hari Persahabatan di Tengah Pandemi Ala Tokopedia
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Selama masa pandemi, tentunya kanal digital semakin menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari,...


Perluas Jaringan Distribusi, KIOS Ajak Perusahaan FMCG dan Online Seller

Perluas Jaringan Distribusi, KIOS Ajak Perusahaan FMCG dan Online Seller
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Emiten teknologi satu ini kembali berfokus pada pengembangan UMKM dan toko kelontong terus memperkuat pengembangan bisnis Peru...