Jum'at, 07 Mei 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Pentingnya Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksin

Posted by: 28-04-2021 17:14 WIB 63 viewer

Pentingnya Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksin
virtual talkshow kesehatan bertajuk “Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi”.

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Masalah Covid-19 di Indonesia masih  belum dapat diatasi sesuai harapan. Pasca program vaksinasi di Indonesia, penyebaran Covid-19 masih belum turun signifikan.

Demikian diungkapkan Dokter Spesialis Paru, Dr.dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), dalam virtual talkshow kesehatan bertajuk “Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh Meski Sudah Divaksinasi”, Rabu (28/4/2021). Karena itu, menurutnya masyarakat harus diingatkan untuk tetap menjalankan 5M  dan juga menjaga imunitas tubuh  adalah sesuatu yang penting, agar pencegahan bisa benar-benar dilaksanakan.

Tidak mengherankan jika saat ini pemerintah terus berupaya menekan penyebaran Covid-19. Selain memperluas cakupan vaksinasi, kampanye 5M, larangan mudik, sampai menutup Visa India.  

IKLAN INFOBRAND.ID

dr. Erlina menambahkan, sebenarnya Indonesia bisa belajar dari India, yang baru-baru ini mengalami Tsunami Covid-19, hingga jumlah kasus yang terinfeksi mencapai 200 ribu per harinya. Bahkan, angka kematian akibat Covid-19 juga meningkat.

“Ini terjadi karena masyarakat abai dengan protokol kesehatan dan karena mereka merasa sudah divaksin. Belajar dari India, maka vaksin bukan segala-galanya. Kalau sudah divaksin, jangan eforia dan abai dengan prokes,” ujarnya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Senada dengan dr. Erlina, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Immunologi, Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD-KAI, FINASIM juga menegaskan tidak ada perlindungan yang sifatnya seratus persen dari vaksin. Dikatakan, dalam kondisi sekarang, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan memberikan perlindungan 50 persen saja melalui vaksin sudah bisa dilakukan.

Perlindungan 50% artinya kalau dibandingkan orang yang tidak divaksin, orang yang divaksin risiko tertularnya  50% lebih rendah. BPOM sendiri telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization pada vaksin  Sinovac dengan efikasi 65,3%. Artinya, risiko tertularnya 65,3% lebih rendah dibandingkan  mereka yang tidak divaksin. 

IKLAN INFOBRAND.ID

Angka ini juga  berarti orang yang divaksin pun masih tetap ada kemungkinan terinfeksi Covid-19. Namun kemungkinan lebih kecil ketimbang mereka yang tidak divaksin. Termasuk yang sudah pernah terinfeksipun masih bisa terkena.

Gatot mengatakan, orang yang terinfeksi tergantung tingkat infeksinya. Infeksinya bisa  tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, gejala berat, atau gejala kritis. Katanya semakin berat tingkat infeksinya, tubuh berjuang semakin keras untuk mengalahkan virus. Fakta yang diperoleh, antibodi itu berbanding lurus dengan tingkat keparahannya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Karena itu, orang yang telah dilakukan vaksinasi responnya bisa macam-macam. Tergantung usia, gender, kualitas gizi, memiliki penyakit penyerta,  dan stres. Orang yang usianya muda dibandingkan dengan yang tua, respon atau titer antibodi yang dibentuk lebih rendah yang berusia lebih tua. Karena orang tua mengalami penurunan fungsi, salah satunya fungsi imun.

Perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Orang dengan gizi bagus respon antibodi lebih tinggi dibandingkan dengan yang bergizi buruk. Orang yang memiliki penyakit penyerta, kemampuannya untuk membentuk antibodi juga lebih rendah dibandingkan orang yang tidak memiliki penyakit penyerta. 

Faktor stres juga berpengaruh. Orang yang stres, kemampuan membentuk antibodinya juga menurun. Termasuk untuk mereka yang mengonsumsi antibiotika, respon imun atau kemampuan untuk membentuk antibodi juga turun. Sebaliknya ada  bahan tertentu yang memiliki kemampuan untuk membentuk titer antibodi seperti echinacea purpurea, bahan herbal yang bermanfaat sebagai immunomodulator.

"Penggunaan immunomodulator seperti echiancea purpurea ternyata bisa meningkatkan titer antibodi terhadap vaksinasi. Respon tubuh menjadi lebih baik," jelas Dr. Gatot.

Gatot juga menepis anggapan bahwa saat pemberian dosis 1 ke dosis 2 tidak boleh mengonsumsi immunomodulator. Antara jeda vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 diperbolehkan mengonsumsi immunomodulator. Jadi tergantung obat yang dikonsumsi, kalau obatnya steroid, obat penurun panas, kalau dikonsumsi hanya sehari sesuai kebutuhan tidak masalah.

“Tapi kalau berkepanjangan, ada jurnal yang meneliti bahwa konsumsi yang berlebihan dengan jenis obat ini (steroid, obat penurun panas, Red) maka titer antibodinya menurun. Namun, kalau yang digunakan adalah immunomodulator echinacea purpurea, justru yang meningkatkan titer antibodi. Justru itu yang boleh," kata dr. Gatot.

Menurut Gatot, lansia disarankan mengonsumsi immunomodulator seperti echinace purpurea,  karena sifatnya kalau imun lemah dia membantu meningkatkan, kalau sudah berlebihan akan mengerem. Menurutnya, lansia itu mengalami penurunan fungsi imun. Lansia kalau mengonsumsi immunomodulator seperti echinace purpurea, maka pemberian itu bagus. Artinya, dalam kondisi yang kurang, maka lansia harus dibantu atau dirangsang dengan immunomodulator seperti echinacea purpurea," katanya.

Hal yang sama dikemukakan Dr. Erlina. Masyarakat yang sudah mendapat vaksin Covid pun  tetap butuh suplemen seperti immunomodulator. Sebenarnya, suplemen atau vitamin itu ada di makanan, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Tapi, tidak semua orang suka sayur dan buah. Jadi, menurut saya, harus ada beberapa ikhtiar untuk menghindari terjadinya infeksi covid-19 ini.

“Selain vaksinasi, juga bisa menjalankan 5M, termasuk juga dengan meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi immunomodulator," kata Dr. Erlina.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


BAF LIONS RUN 2021, Charity Virtual Run untuk Kendalikan Diabetes di Indonesia

BAF LIONS RUN 2021, Charity Virtual Run untuk Kendalikan Diabetes di Indonesia
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Bussan Auto Finance (BAF) bekerja sama dengan Yayasan Lions Indonesia (YLI) meresmikan BAF Lions Run 2021, VRun for Diabete...


Jasa Raharja Gandeng Yayasan ThisAble Santuni Teman Disabilitas

Jasa Raharja Gandeng Yayasan ThisAble Santuni Teman Disabilitas
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Jasa Raharja bekerja sama dengan Yayasan ThisAble memberikan santunan dalam bentuk paket bahan pokok kepada 200 Teman Disab...


Penuhi Kebutuhan Hari Raya, CIMB Niaga Gandeng Merchant Online dan Offline

Penuhi Kebutuhan Hari Raya, CIMB Niaga Gandeng Merchant Online dan Offline
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, aktivitas masyarakat untuk berbelanja beragam kebutuhan mengalami peningkatan. M...


Perkuat Omni Channel MMPA Gandeng JD.ID  

Perkuat Omni Channel MMPA Gandeng JD.ID  
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Di masa pandemi covid-19, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) semakin gencar melakukan strategi omni-channel O2O (Offline to On...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR











Index

OPINIONS








Index
Elnusa