Senin, 20 September 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Ini Cara Menghindari Misinformasi Covid-19 di Facebook

Posted by: 30-07-2021 15:41 WIB 372 viewer

Ini Cara Menghindari Misinformasi Covid-19 di Facebook
Facebook/Istimewa

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Platform media sosial Facebook berkomitmen untuk selalu memastikan orang-orang di Indonesia menerima informasi terkini yang akurat. 

Secara global, Facebook telah menghubungkan lebih dari 2 miliar orang ke otoritas kesehatan melalui Pusat Informasi Covid-19 miliknya, dan lebih dari 600 juta orang mengklik notifikasi pop-up di Instagram dan Facebook untuk mempelajari informasi tersebut lebih lanjut.

Facebook secara global juga menjalankan kampanye terbesar di seluruh dunia yang mempromosikan informasi tentang vaksin Covid-19 dengan membantu orang menemukan tempat dan waktu yang tepat agar pengguna bisa mengikuti vaksinasi.

Facebook juga menghapus klaim palsu tentang Covid-19 dan vaksin di atas platform Facebook, serta membantu pengguna mendeteksi dan meminimalkan penyebaran misinformasi kesehatan di komunitas mereka.

Sementara itu, di Indonesia Facebook turut membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan untuk menyediakan informasi akurat tentang Covid-19.

Nah, berikut ini adalah enam tips dari Facebook untuk menjaga komunitas di Indonesia tetap terinformasi secara memadai dan melawan misinformasi Covid-19 seperti dilansir Antara, Jumat (30/7/2021).

Pertama, dapatkan keseluruhan cerita, bukan hanya tajuk berita. Pengguna ada baiknya membaca keseluruhan berita dan hati- hati dengan gambar, angka, kutipan, dan tanggal yang tidak memiliki sumber, sudah usang, atau telah diambil di luar konteks.

Kedua, sumber tepercaya adalah pilihan teraman bagi Anda, Periksa bagian “Tentang” dari sumber tersebut atau lakukan pencarian cepat untuk mempelajari lebih lanjut. Anda juga dapat memeriksa apakah otoritas kesehatan masyarakat mengonfirmasi atau menentang informasi tersebut.

Tentunya dengan demikian anda bisa memastikan sumber bacaan dan informasi yang anda terima termasuk sumber yang akurat atau bukan.

Ketiga, bagikan fakta, bukan rumor. Cari petunjuk kecil yang mengarah ke informasi yang salah yaitu URL palsu, ejaan yang buruk, atau tata letak yang janggal. Jika terasa terlalu banyak hal yang tidak sesuai, maka ada baiknya anda tidak perlu membagikan informasi itu.

Keempat, dapatkan konteks lengkap dari sumber yang kredibel, cari laporan lain dari sumber yang dapat dipercaya untuk memverifikasi bahwa cerita tersebut mengandung informasi akurat dari otoritas kesehatan.

Jangan hanya terpaku pada satu sumber, di era informasi selain informasi yang bertebaran, tentunya semakin banyak cara juga untuk memastikan informasi itu benar atau tidak.

Dengan melakukan pemeriksaan ke sumber- sumber lain terkait informasi tersebut anda dapat memastikan benar atau tidaknya sebuah informasi yang anda terima di media sosial.

Kelima, jika cerita atau informasi yang tidak akurat baru saja dibagikan oleh teman atau anggota keluarga. Kirimkan pesan pribadi untuk memberitahu mereka bahwa informasi yang dibagikannya kurang tepat.

Lalu bagaimana jika ternyata unggahan tersebut terlanjur viral dan banyak disukai? Ada baiknya anda melakukan koreksi publik secara halus dengan menyertakan tautan berisikan informasi akurat.

Keenam, pikir dulu sebelum membagikan. Beberapa cerita mungkin menggunakan bahasa emosional yang kuat tanpa memberikan fakta. Jadi coba #TahanDulu sebelum membagikan ceritanya ke orang lain.

Periksa keakuratannya dulu dan atau merujuklah ke sumber tepercaya seperti situs Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Halaman Kementerian Kesehatan.

Dengan demikian anda bisa melindungi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan anda dari misinformasi yang bisa membuat kesalahapahaman.

Hingga Juli 2021, sebanyak 12 juta konten misinformasi tentang COVID-19 dan vaksinasi telah dihapus di platform Facebook secara global.

Selain itu unggahan sebanyak 167 juta konten telah ditandai salah oleh pemeriksa fakta atau “fact checker” dari pihak ketiga mengenai konten- kontenterkait COVID-19.

Rupanya ketika pengguna melihat label itu, artinya 95 persen dari mereka yang melihat konten tidak melihat konten orisinilnya.

Maka dari itu selain upaya pencegahan yang dilakukan oleh pengelola aplikasi dan berbagai otoritas di Pemerintah, masyarakat pun harus secara aktif melindungi dirinya sendiri dari informasi yang tidak benar sehingga tetap terlindungi dan tidak menjadi salah paham.


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


Targetkan Pemegang Kartu Prakerja, Karier.mu Luncurkan Program KEJAR

Targetkan Pemegang Kartu Prakerja, Karier.mu Luncurkan Program KEJAR
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Untuk mendukung masyarakat pemegang Kartu Prakerja agar dapat menyalurkan potensi dan membuka jalan ke tempat yang tepat, Kari...


Ganjil-Genap, Ancol Siapkan Kantong Parkir dan Bus Gratis

Ganjil-Genap, Ancol Siapkan Kantong Parkir dan Bus Gratis
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Taman Impian Jaya Ancol menyediakan kantong parkir dan bus gratis bagi pengunjung pembawa kendaraan roda empat dengan berno...


Perkuat Ekosistem 5G, Telkomsel Perluas Layanan VoLTE

Perkuat Ekosistem 5G, Telkomsel Perluas Layanan VoLTE
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Operator seluler Telkomsel terus memperluas jangkauan layanan Voice over Long-Term Evolution (VoLTE) berbasis 4G di Indonesia,...


Jimny Bermasalah, Suzuki Luncurkan Product Quality Update

Jimny Bermasalah, Suzuki Luncurkan Product Quality Update
JAKARTA, INFOBRAND.ID - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan tanggung jawabnya pada pemilik Jimny yang mengalami masalah pada bagian mesinnya de...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR






Index

BRANDING & CSR






Index