Kamis, 02 Mei 2024

Follow us:

infobrand
10th INFOBRAND

Zulhas: Produk Ekspor PVC Indonesia Dinyatakan Lolos Safeguard

Posted by: 557 viewer

Zulhas: Produk Ekspor PVC Indonesia Dinyatakan Lolos Safeguard
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan/Istimewa

INFOBRAND.ID, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan produk polivinil klorida (PVC) Indonesia dinyatakan bebas dari penerapan tindakan pengamanan perdagangan (safeguard) oleh India sehingga ekspor produk tersebut berpeluang terus meningkat di masa mendatang.

Menurut Zulhas, sapaan akrabnya, hal ini tercantum dalam laporan hasil akhir penyelidikan yang diterbitkan Directorate General of Trade Remedies (DGTR) India pada 15 Mei 2023.  

"Hasil positif ini tentu menjadi angin segar serta membuka peluang industri PVC Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke pasar India. Kami berharap produsen produk tersebut dapat terpacu untuk mengakselerasi ekspor ke pasar India guna menunjang kinerja ekspor nonmigas," kata Zulhas dalam keterangan tertulisnya dikutip Kamis (22/6/2023).

IKLAN INFOBRAND.ID

Sebelumnya, penyelidikan safeguard atas produk PVC Suspension Resins with Residual Vinyl Chloride Monomer (RVCM) above 2 PPM dengan pos tarif 3904.10.20 dimulai pada 16 September 2022. Penyelidikan tersebut diajukan oleh dua industri dalam negeri India, yakni Chemplast Cuddalore Vinyls Ltd dan DCW Ltd.

Zulhas menambahkan, hasil yang telah dicapai ini merupakan sebuah bentuk kolaborasi yang baik antara pihak-pihak terkait dalam negeri. Indonesia pun berhasil dikecualikan dari tindakan pengamanan perdagangan berupa kuota oleh India.

"Sejak dimulainya penyelidikan, pemerintah Indonesia telah melakukan pembelaan berupa penyampaian sanggahan/submisi secara tertulis maupun secara lisan dalam pelaksanaan dengar pendapat umum (public hearing) yang diselenggarakan DGTR India," ujarnya.

Lebih jauh, Indonesia kata Zulhas lagi, masuk sebagai salah satu negara eksportir yang dikecualikan dari penerapan tindakan pengamanan perdagangan karena volume impor dari Indonesia berada di bawah ambang batas minimal (de minimis) atau di bawah 3 persen dari total impor India.

"Kesimpulan DGTR India tersebut sejalan dengan poin pembelaan yang disampaikan Pemerintah Indonesia kepada otoritas India," jelasnya.

IKLAN INFOBRAND.ID

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Budi Santoro mengatakan, DGTR memberikan rekomendasi pengenaan safeguard measure berupa quantitative restriction (kuota) selama satu tahun kepada Tiongkok, Taiwan, Amerika Serikat, dan Rusia dengan besaran kuota yang bervariasi.

Besaran kuota dihitung berdasarkan rata-rata volume impor produk tersebut di India selama tiga tahun terakhir (2019-2022).

Baca berita lainnya di Google News


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV

Article Related


Arumi Smart Diffuser, Hadirkan Inovasi Terbaru dalam Dunia Aroma

Arumi Smart Diffuser, Hadirkan Inovasi Terbaru dalam Dunia Aroma
INFOBRAND.ID, JAKARTA – Di tengah keberagaman tren wewangian, diffuser wewangian menjadi sebuah perangkat yang tidak hanya mampu untuk menyebark...


Melalui Titanium, Emrys Sabet Penghargaan Top Innovation Choice Award 2024

Melalui Titanium, Emrys Sabet Penghargaan Top Innovation Choice Award 2024
INFOBRAND.ID, JAKARTA – Di tengah industri perhiasan terus berkembang, salah satu tren yang semakin mendapatkan perhatian adalah penggunaan tita...


Kuartal I 2024, Laba Bersih Astragraphia Meningkat 17 Persen

Kuartal I 2024, Laba Bersih Astragraphia Meningkat 17 Persen
INFOBRAND.ID, JAKARTA - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) (“Astragraphia”) membukukan laba bersih konsolidasian selama kuartal pertama 2024 sebe...


Kulkas Side by Side POLYTRON, Pilihan Terbaik untuk Keluarga Modern

Kulkas Side by Side POLYTRON, Pilihan Terbaik untuk Keluarga Modern
INFOBRAND.ID, JAKARTA - Setelah kembali dari liburan panjang, kebutuhan akan penyimpanan bahan makanan yang luas menjadi sangat terasa. Seringkali set...