Kamis, 28 Oktober 2021

Follow us:

infobrand

infobrand

Menjawab 3 Perubahan Dunia dengan Branding Frameless Future

Posted by: 02-08-2021 13:21 WIB 1072 viewer

Menjawab 3 Perubahan Dunia dengan Branding Frameless Future
Perubahan dunia bisnis dari offline ke online.

JAKARTA, INFOBRAND.ID - Perkembangan teknologi digital telah membawa perubaha besar pada aktivitas bisnis. Bukan hanya dari sisi konsumen, tapi juga adopsi teknologi yang digunakan akan membawa perubaha pada bagaimana sebuah brand dan perusahaan dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berubah.

Demikian benang merah Webinar bertema Branding Frameless Future, yang disajikan oleh Daniel Surya, selaku Executive Chairman & Co Founder WIR Group, dalam webinar series yang digelar oleh INFOBRAND.ID selaku Indonesia number one brand media. Webinar series dengan tema tersebut dihadirkan dalam penghargaan Brand Choice Award 2021 yang digelar bersama dengan TRAS N CO Indonesia, selaku perusahaan yang fokus pada penelitian dan perkembangan brand di Indonesia.

Lebih lanjut Daniel menjelaskan, saat ini kita dihadapkan pada beberapa hal yaitu, dunia yang sama, dunia yang cepat, dan dunia yang berubah. Dunia yang sama atau Similar World, saat ini banyak perusahaan menjalankan usaha sama, mengerjakan orang yang sama, SDM latar belakang juga sama, S1 semua, S2 semua. Bekerja di pekerjaan yang sama. Dan yang yang bahaya adalah berangkat dari ide yang sama, memproduksi sesuatu yang sama, kualitas sama, menjual dengan harga yang sama.

“Berbahaya, akibatnya kompetisinya di generalisasi, mengorbankan harga dan kualitas. Semua bagus, bersaing harga,” ungkap Daniel.

Sebagai Contoh, iPhone dan Samsung dari jauh mirip. Kedua produk ini juga memiliki spesifikasi yang kurang lebih sama. Contoh kedua, Smart TV, ada merek Sony, Samsung, dan Changhong, yang kalau dilihat dari kualitas gambar tidak ada bedanya, fitur juga sama.

Dari persamaan tersebut, orang tentu akan lebih memilih yang berharga murah. Itu ketika sebuah produk hanya bersaing dari segi fungsional. Tapi dari contoh dua jenis produk tersebut, iPhone dan Sony meskipun memiliki harga yang lebih mahal, tetap ada yang beli. Hal itu menurut Daniel karena dipengaruhi oleh emosional. Contoh lain lagi adalah gambar brosur pantai, seperti Cebu, Bali, Phuket, Malasia. Orang tidak akan bisa membedakan.

“Kalau kita hanya bermain di ranah fungsional, similarity akan mengejar kita dengan cepat sekalin” jelasnya.

Dunia kedua adalah dunia yang cepat. Daniel memberikan contoh, produk Tipp-Ex yang berfungsi untuk menghapus tulisan tinta, di zamannya barangkali produk tersebut adalah sebuah inovasi, namun inovasi tersebut saat ini sudah berakhir, tidak digunakan lagi, karena orang sudah tidak menggunakan kertas.

Contoh lain, Sony Walkman, pada zamannya juga merupakan salah satu produk inovatif yang sangat laku. Tapi inovasi produk tersebut juga sudah berakhir, karena sekarang orang sudah menggunakan smartphone yang dapat memutar ribuan lagu.

“Tantangan adalah, mengejar perkembangan. Kalau tidak terjebak di dunia yang similar dan dunia yang cepat. Dunia cepat, brand perlu beradaptasi, disesuaikan dengan dunia yang sekarang. Contoh staubucks,” jelas Daniel.

Dan dunia yang ketiga adalah dunia yang berubah. Beberapa perusahaan, menurut Daniel melakukan perubaha itu. Dicontohkan Starbuks resto kopi dan Cell perusahaan bahan bakar minya, melakukan perubaha tidak hanya logo, tapi juga branding, seperti Cell mengklaim mereka sebagai perusahaan hijau.

Facebook dan Youtube juga merupakan contoh perubahan binsis. Dimana facebook sekarang sudah menjadi portal berita dan konten, dan Youtube sudah menjadi channel penyiaran baru. Tidak hanya itu, aktivitas belanja sekarang juga sudah mengalami perubahan dari offline ke online, dan aktivitas itu semakin masiv di masa pandemi covid-19 ini.

Dan paling penting, konsumen sendiri saat ini juga sudah berubah menjadi prosumen. Perubahannya adalah, kalau konsumen itu hanya membeli produk lalu mengkonsumsinya, tapi kalau prosumen, membeli produk selain mengkonsumsinya, juga sebagai produsen. Salah satu contoh, orang bisa mengkonsumsi konten Youtube, tapi mereka juga bisa memproduksi konten Youtube.

“Model ini menjadi jenis  format baru di dunia yang berubah ke digital. Apakah ke depan seperti ini, mungkin iya, mungkin tidak, saya tidak tahu, saya bukan, saya bukan peramal,” ujarnya.

Tapi yang menarik adalah, kita bisa menganalisa, layarnya akan berubah tidak. Data semakin banyak, untuk transparansi seperti apa, makanya ada blockchain, lalu bagaimana bisa lebih adil, dibuat laporan. Terus AI akan kemana, dan konten akan kemana. Dan alat yang digunakan apakah masih smartphone atau apa,” jelas Daniel.

Jadi kesimpulannya, adalah ada tiga, dunia similar, dunia cepat, dan dunia digital. Dan inilah yang akan mengubah dunia. Dan jangan lupa, smarphone yang kita pakai, screen akan berubah. Akan berubah ke AR dan VR, layar akan dekat ke mata. Kalau milenial menggunakan smartphone, AR, VR dan AI, akan digunakan oleh generasi Z.

“Inilah frameless future,” tutup Daniel.

Menghadapi situasi tersebut, kita tidak boleh panik. Payment sudah cashless, logistik sudah digital. Transaksi data sudah semakin besar, beli saham, bikin rekening, beli asuransi cukup pake aplikasi. Karena itu, di masa pandemi, membuat situasi semakin sulit. Tidak banyak yang membuat inovasi, harus menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk berinovasi.  


Kirimkan Press Release berbagai kegiatan aktifitas Brand Anda ke: infobrandindonesia@gmail.com



Article Related


CSV dapat Mendongkrak Brand Awareness dan Reputasi Perusahaan

CSV dapat Mendongkrak Brand Awareness dan Reputasi Perusahaan
JAKARTA, INFOBRAND.ID - CSV merupakan pengembangan dari konsep tanggung jawab sosial perusahaan Corporate social responsibility (CSR). Konse...


Konsep CSV Berhasil Menumbuhkan Perusahaan dan Lingkungan Sekitar

Konsep CSV Berhasil Menumbuhkan Perusahaan dan Lingkungan Sekitar
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Beberapa waktu belakangan ini Creating Shared Value (CSV) telah menjelma menjadi konsep kebijakan dan praktik dunia usaha yang...


CSV jadi Bagian dari SMART Corporate Strategy

CSV jadi Bagian dari SMART Corporate Strategy
JAKARTA, INFOBRAND.ID - Tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan atau lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dipan...


Sinar Mas Land Customer Care Hadirkan Layanan Sinar Mas Land Drive-Thru Service

Sinar Mas Land Customer Care Hadirkan Layanan Sinar Mas Land Drive-Thru Service
JAKARTA, INFOBRAND.ID – Pandemi yang terjadi di Tanah Air pada awal Maret 2020 memengaruhi berbagai aktivitas bisnis, termasuk jasa layanan kepa...


Sign In
VIP Members

MOST POPULAR






Index

BRANDING & CSR






Index